JEMBRANA, wberita.com ! Bali terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata di berbagai wilayahnya. Salah satu destinasi yang menjadi fokus pengembangan adalah kawasan wisata Pantai Rambut Siwi, Desa Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Kawasan wisata yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata Segara Rambut Siwi (POKDARWIS SEGARA RAMSI) ini sudah berdiri sejak lama, namun pengelolaannya masih memerlukan sentuhan profesional untuk memaksimalkan potensinya.
Guna mewujudkan pengelolaan yang profesional, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di lokasi tersebut. PKM ini mengusung tema “PKM Pokdarwis Segara Ramsi di Desa Yehembang Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana Bali”.
Kegiatan ini istimewa karena mendapatkan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk batch III tahun 2025. Fokus utamanya adalah penataan kawasan wisata pesisir.
Kegiatan PKM ini dipimpin oleh I Gede Aryana Mahayasa, ST, MM, bersama anggota tim Dr. Ir. Made Novia Indriani ST., MT dan Komang Agus Triadi Kiswara M.Pd.
Edukasi hingga Penguatan Keselamatan
I Gede Aryana Mahayasa, selaku Ketua Pelaksana Kegiatan, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen Unhi untuk aktif berperan mendukung kegiatan masyarakat, terutama yang berbasis pada masyarakat adat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat setempat agar mampu secara profesional dapat mengelola dan mengembangkan wilayahnya dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap I Gede Aryana.
Anggota tim, Dr. Ir. Made Novia Indriani ST., MT, menambahkan bahwa penguatan aspek keselamatan menjadi hal krusial dalam pengembangan wisata pantai yang profesional.
“Beberapa yang wajib difasilitasi yakni dokumen keselamatan kerja, alat pelindung diri (APD). Hal itulah yang kemudian menjadi bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat kita,” ujar Made Novia.
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama kurun waktu tiga bulan, yaitu dari September hingga November 2025. Beragam kegiatan telah dilakukan, meliputi:
Penyuluhan tentang manajemen pelaporan keuangan usaha.
Edukasi Mitigasi bencana pesisir Yehembang.
Edukasi Standard Operating Procedure (SOP) Keselamatan Kerja dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pengelola.
Di akhir kegiatan, diserahkan pula bantuan yang memiliki nilai strategis, berupa:
Alat Pelindung Diri (APD).
Desain Maket UMKM pantai Segara Ramsi dan penataan jalur evakuasi.
Penyerahan bibit cemara untuk pencegahan abrasi di kawasan pantai.
Kepala Desa Yeh Embang, I Made Semadi, menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap agar kolaborasi semacam ini dapat terus berkesinambungan dan tidak berhenti hanya sampai di sini, namun berlanjut dalam bentuk kegiatan pengabdian lainnya.(Sis)













