Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita
Berita  

PDIP Larang Kader Berbisnis Dapur MBG, Ini Kata Bupati Kembang

Ket Foto: ilustrasi AI
Ads Wberita

JEMBRANA – DPP PDI Perjuangan (PDIP) menerbitkan surat edaran (SE) tegas bagi seluruh kadernya. Banteng moncong putih itu dilarang keras memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepentingan pribadi, apalagi sampai memiliki bisnis dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli membenarkan adanya surat internal tersebut. Ia menyebut aturan ini dibuat agar tidak ada oknum yang menunggangi program pemerintah demi keuntungan personal.

Ads Wberita

“Betul, surat tersebut untuk internal partai sebagai jawaban untuk menegaskan bahwa partai selama ini tidak pernah mengizinkan adanya kepentingan orang per orang untuk ikut terlibat dalam bisnis MBG,” kata Guntur Romli kepada wartawan, Jumat (27/2).

Respons DPC PDIP Jembrana

Menanggapi instruksi pusat, Ketua DPC PDIP Jembrana yang juga menjabat sebagai Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyatakan tegak lurus. Menurutnya, surat edaran tersebut bukan untuk diperdebatkan, melainkan wajib dijalankan.

“Nggak perlu kami tanggapi, tinggal laksanakan,” ungkap Kembang saat dihubungi via pesan WhatsApp oleh wartawan jpost, Minggu (1/3).

Kembang menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menyukseskan program prioritas pemerintah pusat tersebut di wilayah Jembrana. Namun, ia mewanti-wanti agar kader tidak “bermain” di dalam proyek tersebut.

“Kami sepakat dan sukseskan program pusat MBG, tapi kader jangan ikut cari keuntungan. Kan itu prinsipnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kembang menginginkan agar implementasi Makan Bergizi Gratis di Jembrana bisa berjalan akseleratif. Meski demikian, ia menekankan pentingnya aspek profesionalisme dalam pengelolaan dapur atau SPPG agar kualitas gizi masyarakat benar-benar terjaga.

“Kami akan terus dorong program ini berjalan cepat, tapi kasih (pengelolaannya) ke yang profesional,” pungkasnya.

 

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta