Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita
Berita  

Usia Boleh Tua, Semangat Tak Pernah Pudar: Pak Rosyid Sang Juru Sembelih Kurban Musholla Nurul Mu’min Tebet 

ket foto: Usia Boleh Tua, Semangat Tak Pernah Pudar: Pak Rosyid Sang Juru Sembelih Kurban Musholla Nurul Mu’min Tebet 
Ads Wberita

JAKARTA, wberita.com ! Di tengah hiruk pikuk Idul Adha di Musholla Nurul Mu’min, Tebet, ada satu sosok yang selalu hadir lebih dulu dan pulang paling akhir. Namanya Mohamad Rosyid, 73 tahun. Selama 25 tahun lebih, tangannya tak pernah absen menjadi juru sembelih hewan kurban bagi warga RT 006/RW 005, Kebon Baru.

Bagi warga sekitar, Idul Adha rasanya belum lengkap kalau belum lihat Pak Rosyid. Ia sudah seperti keluarga sendiri. Jujur, teliti, dan paham betul tata cara penyembelihan sesuai syariat. Meski usia tak lagi muda, ketelitiannya tak pernah berkurang.

Ads Wberita

“Kalau sudah Idul Adha, yang pertama kami cari pasti Pak Rosyid. Sudah puluhan tahun ia ada di sini, tak terbayang kalau ia tak ada,” ujar salah seorang warga.

Kisah pengabdiannya tak berhenti di hari raya. Sehari-hari, Pak Rosyid dikenal sebagai penjual ayam potong yang ramah di kios dekat rumahnya. Dari pagi hingga sore ia melayani pembeli dengan murah senyum.

Peran lain yang membuatnya disegani adalah sebagai pelayan Musholla Nurul Mu’min. Tanpa diminta, ia membersihkan musholla, menata perlengkapan ibadah, memastikan tempat ibadah selalu rapi dan nyaman. Semua dikerjakan tanpa mengharapkan bayaran.

“Sudah jadi panggilan hati. Saya tidak merasa sedang bekerja atau dibayar, melainkan merasa sedang beribadah,” katanya lirih.

Di zaman yang serba cepat dan banyak orang menghindari pekerjaan berat, Pak Rosyid jadi bukti nyata bahwa ketekunan dan ketulusan masih hidup. Baginya, memotong kurban bukan soal nafkah, tapi jalan mendekatkan diri kepada Tuhan dan berbagi kebaikan dengan tetangga.

Kini di usia 73 tahun, semangat Pak Rosyid justru makin berkobar. Selama tubuh masih kuat, ia ingin terus melayani.

Kisah sederhana ini mengingatkan kita: pengabdian sejati tak butuh sorotan. Cukup dilakukan dengan hati, dan dampaknya akan terukir di hati banyak orang.

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta