BIAK, wberita.com ! Dandim 1708/BN, John Alberth Suweny, S.H bersama Ketua Persit KCK Cabang XXI Dim 1708/BN Dian John Alberth Suweny kembali menunjukkan kepedulian kepada warga yang terdampak ledakan yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Sebagai bentuk kepedulian, Dandim dan Ketua Persit KCK Cab XXI Dim 1708/BN menyerahkan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, dan seragam sekolah kepada para korban yang saat ini mengungsi di Hotel Mapia, Jalan Walter Monginsidi, Rabu (3/6/2026) malam.
Bantuan tersebut, diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak terjadinya ledakan pada Minggu (31/5/2026).
Akibat peristiwa tersebut, tujuh kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Sejumlah rumah mengalami kerusakan berat, sehingga belum bisa ditempati kembali karena kondisi bangunan yang tidak aman.
Untuk menjamin keselamatan warga, pemerintah bersama aparat terkait menempatkan para korban di Hotel Mapia sebagai lokasi pengungsian sementara.
Sementara itu, aparat dan instansi terkait masih terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan di sekitar lokasi ledakan. Hal ini dilakukan, karena masih ada dugaan terdapat sisa bom peninggalan Perang Dunia II yang belum ditemukan.
Dalam kunjungannya ke lokasi pengungsian, Dandim 1708/BN dan Ketua Persit KCK Cab XXI Dim 1708/BN menyerahkan bantuan secara langsung kepada para korban. Kehadiran mereka juga menjadi bentuk dukungan moril bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit akibat musibah tersebut.
Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang terdampak. Seragam sekolah diserahkan agar mereka tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dengan nyaman dan tetap semangat meskipun sedang berada di pengungsian.
Setelah mengunjungi para korban di Hotel Mapia, Dandim dan Ketua Persit melanjutkan kunjungan ke rumah salah satu korban ledakan, Lai Madura, yang hingga kini masih belum ditemukan. Proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Pada kesempatan tersebut, bantuan diserahkan kepada istri korban, Anisa Yarangga, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada keluarga yang tengah menghadapi cobaan berat.
Dandim 1708/BN mengatakan bahwa pihaknya akan terus hadir membantu masyarakat yang terdampak musibah, baik melalui bantuan kebutuhan pokok maupun dukungan moril.
“Kami berharap warga yang saat ini berada di pengungsian tetap menjaga kesehatan dan keselamatan. Kodim 1708/BN akan terus mendukung penanganan pasca ledakan hingga kondisi masyarakat kembali pulih dan dapat beraktivitas seperti biasa,“ pungkas Dandim.
Sumber: Penerangan Kodim 1708/BN













