Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita

Presiden Prabowo Targetkan PLTS 100 GWp Tuntas dalam 3 Tahun, Langkah Strategis Kemandirian Energi Nasional

Ket Foto: Presiden Prabowo Targetkan PLTS 100 GWp Tuntas dalam 3 Tahun, Langkah Strategis Kemandirian Energi Nasional
Ads Wberita

JEMBRANA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menetapkan target ambisius untuk merealisasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 Gigawatt-peak (GWp) dalam kurun waktu tiga tahun. Penegasan tersebut disampaikan saat peluncuran Program Strategis PLTS 100 GWp yang berlangsung di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa (25/8).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan PLTS 100 GWp merupakan langkah besar dan strategis untuk memperkuat kemandirian serta ketahanan energi nasional. Bahkan, beliau menyampaikan optimisme target tersebut dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat dari yang ditetapkan.

Ads Wberita

“Hari ini adalah hari yang penting. Kita launching listrik dari tenaga surya 100 gigawatt untuk bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya saat peresmian.

Menurut Presiden, skala pembangunan tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan total kapasitas pembangkit listrik nasional yang ada saat ini. Pemerintah berkomitmen untuk tidak sekadar menetapkan rencana, melainkan memastikan realisasi nyata dengan dukungan menyeluruh dari seluruh kementerian dan lembaga terkait. “Dan kita tidak main-main. Target kita adalah 100 GW dalam tiga tahun,” tegasnya.

Pengembangan PLTS 100 GWp diproyeksikan memberikan dampak besar bagi efisiensi dan penghematan keuangan negara. Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, yang akan berjalan beriringan dengan optimalisasi sumber energi domestik lainnya, meliputi energi panas bumi, gas, dan minyak bumi. “Dengan 100 GWp, dengan geothermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang sudah temukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus, kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak,” tegas Presiden.

14 Proyek Tahap Awal Capai 5.216 MWp

Dalam rangkaian peluncuran tersebut, pemerintah secara resmi menandai dimulainya sejumlah proyek PLTS di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan dipusatkan di Bali dan terhubung secara daring dengan tiga lokasi lain, yaitu PLTS Terapung Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah; PLTS Desa Sembur di Batam, Kepulauan Riau; serta PLTS Pulau Rengit.

Di lokasi utama, PLTS+BESS Monumen Operasi Gilimanuk merupakan bagian dari program Fat Burning Bali, yang diarahkan untuk menggantikan pembangkit berbahan bakar minyak dengan energi surya dan sistem penyimpanan energi. Proyek ini memiliki kapasitas PLTS sebesar 198 MWp dan BESS 666 MWh dengan kebutuhan lahan sekitar 211 hektare, serta ditargetkan mencapai Tanggal Operasi Komersial (COD) pada tahun 2028.

Sementara itu, PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp memanfaatkan waduk sebagai lokasi pembangkitan energi surya. PLTS Desa Sembur berkapasitas 0,92 MWp dikembangkan sebagai proyek percontohan pemanfaatan energi produktif, antara lain untuk mendukung fasilitas penyimpanan dingin, mesin pembuat es, dan kapal listrik bagi nelayan. Adapun PLTS Pulau Rengit berkapasitas 0,078 MWp akan melayani kebutuhan listrik 44 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa di pulau terpencil tersebut.

Secara keseluruhan, terdapat 14 proyek tahap awal yang terdiri dari proyek siap tender, konstruksi, dan peletakan batu pertama, dengan total kapasitas mencapai 5.216 MWp dan nilai investasi sekitar US$7,7 miliar atau setara Rp135 triliun. Proyek-proyek ini diperkirakan menghasilkan potensi penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp4,6 triliun per tahun.

Penghematan Hingga Rp73,9 Triliun per Tahun

Pada skala nasional, Program PLTS 100 GWp diproyeksikan memberikan penghematan hingga Rp73,9 triliun per tahun. Selain itu, program ini diperkirakan mampu menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja serta menurunkan emisi karbon hingga 140,16 juta ton CO₂. Total kebutuhan investasi untuk mencapai kapasitas 100 GWp diperkirakan mencapai Rp1.140 triliun.

Sejumlah proyek besar juga telah disiapkan untuk memasuki tahap penawaran, antara lain PLTS Terapung Jatiluhur 1.688 MWp, PLTS Terapung Cirata 1.250 MWp, PLTS Terapung Jatigede 636 MWp, PLTS+BESS Klaster Madura 605 MWp, PLTS Bali 300 MWp, serta PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta 69 MWp. Total kapasitas keenam proyek yang siap ditenderkan tersebut mencapai 4.548,92 MWp.

Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan transisi energi nasional sekaligus langkah strategis mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar BBM. Pengembangan PLTS juga diarahkan untuk mengoptimalkan aset waduk, mengintegrasikan sistem penyimpanan energi (BESS), serta memperluas pemanfaatan energi bersih bagi masyarakat pesisir dan kepulauan.

Presiden Prabowo menegaskan keberhasilan program tersebut akan menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu membangun kapasitas energi dalam skala besar dengan mengandalkan kekuatan dan sumber daya nasional. “Saya percaya mungkin kurang dari tiga tahun kita akan sampai,” pungkasnya.

 

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta