Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita

Amor Ing Acintya…! Diduga Akibat Depresi, Warga Yehembang Nekad Mengakhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

Ket Foto: Lokasi Saat ditemukan korban tergantung di pohon waru,(ist).
Ads Wberita

JEMBRANA, wberita.com ! Diduga karena depresi akibat sakit struk yang tak kunjung sembuh, Ketut Nundra (70), warga Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Peristiwa yang mengangetkan warga sekitar tersebut terjadi pada Minggu, 27 September 2026, sekitar jam 06.00 WITA. Diketahui pertama kali oleh Niluh Sriani (37), yang merupakan menantu korban.

Ads Wberita

Awalnya, Sriani hendak membuang sampah di depan rumahnya tepatnya di bawah pohon waru, pesisir Pantai Yehembang. Tiba-tiba dia melihat mertuanya tergantung di pohon waru dengan ketinggian sekitar dua meter.

Saat ditemukan korban tergantung menggunakan tali plastik warna coklat dengan panjang sekitar 6 meter. Posisi kaki korban bersimpuh di tanah, sementara lehernya terikat tal yang disimpulkan di pohon waru.

“Saya kaget lihat bapak mertua tergantung. Saya langsung teriak memanggil suami dan keluarga lainnya,” ujar Sriani, Minggu 27 September 2026.

Korban kemudian diturunkan ramai-ramainya oleh pihak keluarga. Saat diturunkan kondisi korban telah meninggal dunia, namun badannya masih lemas (belum kaku) dan masih hangat.

Sementara itu Mang Udi, anak korban menuturkan. Sebelum ditemukan tergantung, sekitar pukul 03.50 WITA, korban dilihat masih tidur di kamarnya. Diperkirakan korban menggantung dirinya sekitar pukul 04.00 WITA.

“Bapak saya memang rutin tiap hari bangun jam 04.00 WITA. Dia biasa jalan-jalan di pinggir pantai pagi hari. Dia memang sering ngeluh ingin mati karena tidak kuat menahan sakit struk selama dua tahun,” tutur Mang Udi.

Atas peristiwa tersebut aparat Polsek Mendoyo bersama tim Inafis Sat Reskrim Polres Jembrana serta petugas dari Puskesmas Mendoyo langsung tiba di TKP untuk melakukan olah TKP dan memeriksa kasat korban.

Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Iptu I Nengah Budiarta, SH dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya dari pemeriksaan dan olah TKP, diyakini korban meninggal murni bunuh diri karena depresi akibat sakit struk tak kunjung sembuh.(dar)

 

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta