JEMBRANA, wberita.com ! Pasca unggahan Ranggi Mandiri di akun FB miliknya, yang menyampaikan bantuan hibah provinsi Bali sebesar Rp 50 Juta untuk Merajan Keluarganya telah dipotong oleh pihak fasilitator, muncul video klarifikasi dari perwakilan dadia.
Dalam video klarifikasi yang beredar, Wayah SD, perwakilan keluarga dadia Tempek Gong, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Membantah tudingan Ranggi Mandiri, yang notabennya mengaku sebagai Ketua Dadia.
Disampaikan, bahwa bantuan hibah Pemerintah Provinsi yang diterima Merajan Dadia mereka sebesar Rp 50 juta dan telah digunakan untuk perbaikan Piasan. Pembangunannya telah rampung dan dipastikan tidak ada dana bantuan yang dipotong.
Perwakilan keluarga tersebut dalam video klarifikasinya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada anggota DPRD Provinsi yang telah membantu Merajan Dadia tersebut sehingga bisa membangun Piasan.
Sayangnya video klarifikasi yang disampaikan oleh adik kandung Wayan KPL (fasilitator bantuan hibah) kembali dibantah oleh Ranggi Mandiri yang juga merupakan anggota keluarga Merajan Dadia tersebut dan mengklaim sebagai Ketua Dadia.
Dalam unggahan terbaru Ranggi Mandiri di akun media sosialnya dia mengatakan, Wayan SD dituding mencla-mencle atau tidak konsisten. Karena informasi bantuan dipotong Rp 20 juta dari total bantuan Rp. 50 juta yang diterima awalnya bersumber dari Wayan SD.
Menurut Ranggi dalam videonya, dirinya dikabari oleh Wayan SD bahwa bantuan dari Dewan Provinsi cair Rp. 30 juta. Akan digunakan untuk rehab Piasan Merajan Dadia. Pengerjaannya membutuhkan dana Rp 45 jt dan untuk kekurangan biaya diambil dari kas Merajan Dadia.
“Lalu kenapa dia dulu menyampaikan ke saya bantuan dewan provinsi cair tiga puluh juta rupiah. Sekarang malah buat video bilang bantuan lima puluh juta rupiah, ada apa ini?” Ujar Ranggi dalam video unggahannya.
Munculnya unggahan Ranggi Mandiri ini tentu saja memantik sejumlah respon dari para netizen dan menuai komentar yang beragam. Kuat dugaan bantuan hibah provinsi tersebut memang ada pemotongan, namun terkesan ditutup-tutupi. Terkait hal tersebut pihak yang berwenang diminta turun untuk menyelidiki kebenarannya.(dar)













