wberita.com ! Mimpi Hansi Flick bawa Barcelona ke semifinal Liga Champions kandas di Wanda Metropolitano. Atletico Madrid resmi tendang Blaugrana dari UCL dengan agregat 3-2, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. Skor leg kedua 1-1 cukup buat pasukan Diego Simeone melenggang.
Beban berat 0-2 dari leg pertama bikin Barcelona langsung ngegas sejak menit awal. Penguasaan bola 68%, Yamal dan Raphinha berkali-kali tusuk dari sayap, Pedri atur tempo. Wanda sempat senyap lihat dominasi tim tamu.
Tapi ini Atletico. Ini Cholismo. Menit 39, satu serangan balik cepat cukup buat bunuh laga. Griezmann lepas umpan terobosan, Julian Alvarez lolos dari jebakan offside dan dingin taklukkan Ter Stegen. 1-0. Agregat 3-0. Gol yang Hansi Flick sebut “tidak terduga” langsung runtuhkan mental Barca.
Barcelona menolak menyerah. Babak kedua mereka bakar semua kapal. Menit 58, Lewandowski perkecil kedudukan lewat sundulan usai crossing Cancelo. Menit 74, Pedri lepaskan roket dari luar kotak penalti. 1-1. Agregat 3-2. Wanda mulai tegang, comeback kelihatan mungkin.
Simeone langsung respons. Lini belakang ditarik, Koke masuk, Llorente dan De Paul jadi tukang tekel. 15 menit terakhir, Atletico parkir bus tingkat lima. Oblak buang waktu, Griezmann dan Alvarez siap-siap sprint kalau bola lepas. Barcelona buntu. Skor tidak berubah.
Usai laga, Hansi Flick tidak sembunyi. “Jika lihat dua pertandingan, kami pantas ke semifinal. Babak pertama kami fantastis. Tapi sepak bola tidak soal pantas. Kami harus cetak lebih banyak gol, dan kami gagal.”
Kekalahan ini perpanjang puasa UCL Barcelona jadi 11 tahun. Terakhir juara 2015. Lebih parah, Barca sekarang pegang rekor memalukan: tim Spanyol pertama dalam sejarah Liga Champions yang lakoni 15 laga beruntun tanpa clean sheet.
Diego Simeone kasih masterclass lagi soal cara menang di fase gugur. Tidak perlu cantik, tidak perlu dominan. Cukup efektif. Atletico cuma punya 7 tembakan di leg kedua, 3 on target, 1 gol. Tapi 1 gol itu cukup buat kirim Barcelona pulang.
Dengan hasil ini, Atletico ke semifinal. Barcelona alihkan fokus ke La Liga yang sudah 9 poin di puncak. Flick mau gelar domestik sebagai obat kekecewaan Eropa.













