JEMBRANA, wberita.com ! Belasan cewek pekerja hiburan malam (cafe) di wilayah Kelurahan Gilimanuk menjalani tes Voluntary Counseling and Testing (VCT), Senin 20 April 2026. Langkah ini diambil untuk menekan penularan penyakit HIV.
Hasilnya dua orang pekerja hiburan malam terindikasi positif HIV. Hasil ini menyusul sehari pasca dilakukannya tes VCT terhadap pekerja hiburan malam di dua kafe berbeda yang beroperasi di Gilimanuk.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Puskesmas 2 Melaya, dr. GN. Arya Widhikarma, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 22 April 2026 lalu. Disebutkan, pemeriksaan HIV ada tiga tahapan. Setelah hasil tes tahap awal terindikasi positif, akan dilakukan kembali tes tahap kedua dan ketiga.
“Tiga tahap ini untuk memastikan bahwa pasien bisa dinyatakan positif HIV, jika hasil seluruhnya positif,” terangnya.
Lanjutnya, tahap awal baru indikasi saja. Nanti akan ada Reagen 2 selanjutnya Reagen 3. Tahapan ini sensitivitasnya itu beda. Lebih sensitif dan lebih spesifik. Jika ketiganya tetap positif, baru bisa dikatakan pasien itu positif (HIV).
“Jika tahap kedua positif dan ketiga hasilnya negatif, maka akan ada jeda waktu lagi selama tiga bulan, akan dilakukan tes kembali. Kalau skrining 1 dan 2 positif dan skrining 3 negatif, kita belum bisa mengatakan bahwa itu positif (HIV). Jadi kita harus melakukan tes lagi setelah tiga bulan,” ujarnya.
Sebelumnya, aparat Kelurahan Gilimanuk bekerjasama dengan Puskesmas 2 Melaya menggelar pemeriksaan VCT (Voluntary Counseling and Testing) terhadap pekerja hiburan malam (cafe) serta pendataan pendataan penduduk pendatang (Duktang), Senin 20 April 2026 lalu.(dar)













