JEMBRANA, wberita.com ! Abrasi di pesisir Rambut Siwi, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, beberapa tahun belakangan ini kian parah.
Gempuran ombak besar yang terjadi saat hari Purnama dan Tilem menyebabkan daratan kawasan tersebut hancur. Sementara penanganan abrasi tersebut tak kunjung dilakukan hingga saat ini.
Abrasi terparah di wilayah tersebut terjadi tepat di bawah Pura Dang Khayangan Rambut Siwi. Tembok penyengker serta kori Pura Tirta hancur disapu ombak pantai.
Bahkan bangunan di dalam pura seperti Bale Pesandegan juga telah jebol dan nyaris ambruk. Kondisi tersebut tentu saja membuat prihatin para pemedek. Jika tidak segera mendapat penanganan bangunan pura dipastikan akan hancur.
“Abrasi sudah sangat parah banyak bagian dari Pura Tirta sudah hancur. Ini terjadi sejak lama, harus segera mendapat penanganan biar tidak tambah parah,” ujar Gede Widiana Juru Sapuh Pura Tirta, Kamis (7/5/2026)
Menurutnya, jiga tidak ada tindakan segera untuk mengatasi abrasi di wilayah tersebut, keberadaan Pura Tirta akan terancam hancur. Karena itu dirinya berharap pihak terkait untuk segera mengatasi abrasi di wilayah tersebut.
“Saya dengar sih pemerintah kabupaten sudah mengusulkan penangan abrasi ke pemerintah pusat. Mudah-mudahanlah segera bisa terealisasi,” tutupnya.(dar)













