Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita
Berita  

Jembatan Patah 10 Tahun, Kini Dibangun Kembali

BANGUN JEMBATAN: Dandim 1708/BN Letkol Kav John Alberth Suweny, S.H saat melakukan peletkan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih di Kampung Odori, Distrik Supiori Selatan, Kabupaten Biak Numfor, Rabu (24/6/2026). (Foto: Penerangan Kodim 1708/BN)
Ads Wberita

SUPIORI, wberita.com ! Dandim 1708/BN Letkol Kav John Alberth Suweny, S.H meletakkan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih di Kampung Odori, Distrik Supiori Selatan, Kabupaten Supiori, Papua, Rabu (24/6/2026).

Pembangunan jembatan ini merupakan hal yang selama ini diinginkan oleh masyarakat, karena selama kurang lebih 10 tahun jembatan tersebut mengalami kerusakan parah hingga patah dan tidak dapat digunakan.

Ads Wberita
Bupati Kabupaten Supiori Heronimus Mansoben, S.IP., M.Si, didampingi Dandim 1708/BN Letkol Kav John Alberth Suweny, S.H melakukan peletkan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih di Kampung Odori, Distrik Supiori Selatan, Kabupaten Biak Numfor. (Foto: Penerangan Kodim 1708/BN)

Kondisi itu memaksa kendaraan harus melintas melalui jalur di samping bawah jembatan yang hanya bisa dilewati saat cuaca cerah. Ketika hujan turun tidak bisa dilalui oleh alat transportasi.

Sebelum rusak, jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar 6 meter itu menjadi penghubung utama antara Kampung Odori dan Kampung Kunef. Selain itu, jembatan tersebut juga merupakan akses menuju objek wisata Air Terjun Masrif.

Dalam sambutannya, Dandim 1708/BN mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih merupakan bagian dari program pemerintah yang menjadi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto. Program tersebut, dilaksanakan oleh TNI AD sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

Menurut Dandim, pembangunan akan berjalan dengan baik apabila didukung infrastruktur yang memadai. Karena itu, pemerintah melalui TNI berupaya membantu menghadirkan sarana yang dapat menunjang aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan wilayah.

Dandim 1708/BN Letkol Kav John Alberth Suweny, S.H berikan sambutan pada acara peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih. (Foto: Penerangan Kodim 1708/BN)

Dandim menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini didanai oleh Mabes TNI AD dan berbeda program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), yang anggarannya berasal dari hibah pemerintah daerah. Melalui program ini, TNI AD mendukung pembangunan daerah sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki satuan kewilayahan.

Ia menambahkan, saat ini Kodim 1708/BN akan membangun dua jembatan, yakni di Kampung Wodu, Distrik Andey, dan di Kampung Odori, Distrik Supiori Selatan.

“Selain itu, sesuai arahan Bupati Supiori, kami juga akan mengusulkan pembangunan jembatan menuju Air Terjun Masrif pada program berikutnya,” ucap Dandim.

Dandim berharap, pembangunan Jembatan Merah Putih dapat berjalan lancar dengan dukungan masyarakat setempat, baik melalui tenaga maupun pemanfaatan material lokal yang tersedia.

“Harapan kami bukan hanya jembatan yang terbangun, tetapi juga kebersamaan dan kekompakan antara TNI dan masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta situasi yang kondusif dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1708/BN juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat Kampung Odori.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut,

Bupati Kabupaten Supiori Heronimus Mansoben, S.IP., M.Si, Wakil Bupati Supiori Drs. Sahrul Hasanuddin Nunsi, M.Si, Kapolres Supiori Kompol Frits Jhon Erari, dan Ketua DPRK Supiori Dolfinus Mansoben.

Kemudian, Kadis PUPR Kabupaten Supiori Chissal S.G. Leunufna, S.T, serta Kepala BPKAD Kabupaten Supiori Aldy, S.E, Ketua Klasis GKI Supiori Selatan Pdt. Jakob Gifelem.

 

Sumber: Penerangan Kodim 1708/BN

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta