Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita
Berita  

Bentar yang Mati Misterius di Wongsorejo Saat Tebus Motor Ternyata Tulang Punggung Keluarga

Ket foto : Komang Kusuma Jaya alias Bentar Rock semasa hidupnya dan saat ditemukan tewas di wilayah Wongsorejo, Banyuwangi.
Ads Wberita

JEMBRANA, wberita.com ! Komang Kusuma Jaya alias Bentar Rock, warga Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, yang ditemukan tewas di pinggir sungai wilayah Wongsorejo, Banyuwangi pada Senin, 10 Maret 2025 sore, ternyata tulang punggung keluarga.

Bentar Rock diketahui pekerja serabutan yang tak kenal lelah untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah renta dan sudah tidak bisa bekerja. Dia juga masih menanggung kebutuhan adik laki-lakinya yang mengalami kebutaan akibat kecelakaan.

Ads Wberita

“Kondisi keluarga almarhum memang sangat pas-pasan. Untuk kebutuhan sehari-hari harus tergantung dari Bentar,” ujar I Wayan Sutama, kerabat korban saat ditemui, Selasa 11 Maret 2025 siang di rumah duka.

Menurut Sutama, untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah renta dan adik kandungnya yang mengalami kebutuan, Bentar harus banting tulang sebagai buruh serabutan tiap harinya. Terkadang dia bekerja sebagai kuli bangunan, terkadang pula ikut truk sebagai tukang naikan pasir.

“Dia (korban) pekerja keras, hampir tidak pernah nganggur karena dia tulang punggung keluarga. Karena itulah sàmpai usia 37 tahun dia belum menikah,” tutur Sutama.

Karena itulah, pihak keluarga benar-benar terpukul dengan kejadian ini. Kedua orang tuannya dan adik kandungnya sangat sedih kehilangan Bentar. Terlebih kematiannya sangat tidak wajar. Karena itu pihak keluarga mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini.

“Sekarang Bentar sudah tiada. Keluarganya sangat sedih, apalagi kematiannya tidak wajar. Keluarga juga bingung, siapa yang akan bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkas Sutama.

Diberitakan sebelumnya, Komang Kusuma Jaya alias Bentar Rock, ditemukan tewas di pinggir sungai wilayah Wongsorejo, Banyuwangi oleh warga setempat pada Senin, 11 Maret 2025 sore lalu.

Sebelum ditemukan tewas, pada Minggu, 9 Maret 2025 pukul 08.00 Wita, bersama I Putu Saputra Adinata alias Gading, Bentar pergi ke Banyuwangi dengan mengendarai sepeda motor milik Gading yang merupakan tetangga dan rekan kerja korban.

Mereka ke Banyuwangi untuk menebus sepeda motor milik Bentar yang digadaikan oleh Gading di Banyuwangi beberapa waktu lalu sebesar Rp 7,5 juta. Namun dari keterangan sejumlah warga dan kerabat korban, mereka berdua ke Banyuwangi tidak membawa uang untuk menebus motor. Mereka hanya membawa uang Rp 300 ribu untuk biaya perjalanan.

Ngurah Bego, bapak kandung Gading pada Minggu 9 Maret 2025 pagi sempat meminjam uang di salah satu koperasi simpan pinjam di desanya dengan jaminan BPKB sepada motor milik Gading sebesar Rp 5 juta, dengan alasan uang pinjaman tersebut digunakan untuk menebus motor milik Bentar.

Namun pinjaman tersebut baru dicairkan pada Senin, 11 Maret 2025 pagi, setelah Gading kembali dari Banyuwangi dan sempat mengabari ibu korban kalau bentar menginap di salah satu kafe di Desa Delodberawah. Diduga uang pinjaman dari salah satu koperasi tersebut digunakan oleh Gading untuk melarikan diri dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kedua orang tua korban yang harap-harap cemas menunggu kedatangan Bentar (korban) dari Banyuwangi untuk menebus sepeda motor, akhirnya mendapat kabar yang membuat mereka terpukul berat. Bentar ditemukan tewas di pinggir sungai wilayah Wongsorejo, Banyuwangi oleh masyarakat setempat.(dar)

 

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta