JEMBRANA, wberita.com ! Aparat gabungan dari Kodim 1617/Jembrana Bersama Polres Jembrana berhasil mengamankan Ribuan bungkus Rokok Ilegal (Rogal) dalam sebuah mobil pikap bernomor polisi DK 8301 WG yang terparkir di rumah Abdul Rojak, Banjar Mandar, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Jembrana. Minggu (3/8/25).
Namun aksi kucing-kucingan sempat terjadi, pasalnya saat penggerebekan rumah dalam keadaan kosong setelah dilakukan pengecekan oleh aparat Bhabinkamtibmas bersama Babinsa setempat.
Berselang beberapa jam, NK Alias Matdohek seseorang yang mengaku supir mobil pikap tersebut datang dan seraya mengakui jika itu mobil miliknya. Walhasil, Matdohek beserta mobil digelandang ke Mapolres Jembrana malam itu juga.
Warga sekitar yang enggan namanya disebut menuturkan, jika Rogal itu milik warga cupel yang bernama Hakim ialah residivis penimbunan BBM jenis pertalite yang sempat digerebek kepolisian di Kos-kosan sebelah SPBU beberapa tahun lalu di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana.
“Itu milik Hakim yang dulu pernah masuk masalah pertalite yang di Banyubiru tu,” Ujarnya kepada media.
Ia juga mengatakan jika Hakim sudah tidak tinggal lagi di Desa tersebut, namun ia menambahkan jika Hakim memiliki kontrakan yang juga diduga sebagai gudang penyimpanan Rogal di Desa Banyubiru.
“Dia sudah tidak tinggal di sini (cupel), tapi katanya dia kontrak di dekat Masjid Banyubiru di sana juga katanya gudangnya, tapi ingat jangan sebut saya yang berikan info ini,” wanti-wantinya kepada media.
Keesokan harinya, Senin (4/8/25) penyerahan barang bukti oleh Polres Jembrana ke Beacukai Denpasar dilakukan secara simbolis. Namun ada yang aneh dalam penyerahan tersebut, tidak ada satupun pejabat teras Polres Jembrana yang menyertai serah terima tersebut.
Bayu salah satu petugas Beacukai Denpasar usai serah terima barang bukti mengatakan jika dari berita acara serah terima diketahui jika total barang mencapai ribuan Bungkus Rokok yang tak dilekati pita cukai.
“Untuk saat ini kan serah terima dari teman-teman Polres Jembrana sekitar 452 Ball, dengan standart 1 ball sama dengan 10 press, tapi harus kita teliti per merek karena per merek kan beda-beda yah isianya.” Katanya.
Saat ditanya wartawan terkait kerugian Negara, Bayu mengatakan jika dirinya belum bisa memastikan jumlah pasti kerugian yang diderita Negara.
“Untuk kerugian Negara harus diteliti lebih lanjut pak, kita harus melihat lagi jenis-jenis rokoknya, karena setiap rokok itu kan beda-beda tarifnya, nanti kita akan lakukan pendalaman.” Tambahnya.
Bayu juga melanjutkan jika dirinya tidak bisa menyebutkan berapa nominal rupiah dari Rogal yang berhasil diamankan.
“Kami akan mendalami, karena untuk mengetahui nominal Rupiahnya kita harus teliti per batang, saya juga berterima kasih kepada jajaran Polres Jembrana khususnya satuan reskrim yah, karena sudah selalu siap sedia membakup kami di lapangan dengan memberikan kami informasi termasuk juga suport dalam penanganan lebih lanjut.” Tutupnya.













