Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita

DRAMA 7 GOL DI MUNICH: Bayern Tendang Madrid 4-3, Lolos Semifinal Agregat 6-4!

ket foto: DRAMA 7 GOL DI MUNICH: Bayern Tendang Madrid 4-3, Lolos Semifinal Agregat 6-4!
Ads Wberita

wberita.com ! Munich jadi saksi laga gila. Bayern Munich resmi injak semifinal Liga Champions 2025/2026 usai menang 4-3 atas Real Madrid di leg kedua perempat final, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. Agregat 6-4, Los Blancos angkat koper.

Allianz Arena panas sejak menit satu. Madrid yang butuh kejar defisit 1-2 dari leg pertama langsung ngegas. Menit 8, Arda Güler lepaskan roket dari luar kotak penalti. 0-1, agregat 2-2.

Ads Wberita

Bayern tidak panik. Menit 19, Aleksandar Pavlovic balas dengan tembakan jarak jauh. 1-1. Setelah itu pesta gol dimulai. Harry Kane bawa Bayern unggul 2-1, Kylian Mbappé samakan 2-2, lalu Arda Güler cetak gol kedua lagi-lagi dari luar kotak. Babak pertama selesai 3-2 buat Madrid, agregat 4-4. Gila.

Babak kedua, Bayern yang pegang 67% penguasaan bola terus tekan. Madrid mulai kelelahan dan emosian. Puncaknya menit 87: Eduardo Camavinga diganjar kartu merah langsung usai tekel horor ke Jamal Musiala.

Unggul jumlah pemain, Bayern langsung hajar. Menit 89, Luis Diaz samakan 3-3. Menit 90+3, Michael Olise jadi algojo. Tembakan kaki kiri, Courtois mati langkah. 4-3, agregat 6-4. Game over. Munich meledak.

Kekalahan ini perpanjang derita Madrid di UCL musim ini. Camavinga jadi pemain keempat Los Blancos yang kena kartu merah di Liga Champions 2025/2026. Jumlah itu lebih banyak dari total kartu merah Madrid di 8 musim UCL sebelumnya digabungkan. Masalah disiplin Ancelotti jelas-jelas akut di laga besar.

Di tengah drama, ada sejarah tercipta. Jamal Musiala, di usia 23 tahun 48 hari, resmi jadi pemain Jerman termuda yang capai 50 penampilan di Liga Champions. Pecahkan rekor Thomas Müller yang bertahan sejak 2013. Musiala main 90 menit, 1 assist, rating tertinggi di laga.

Di kubu Madrid, Arda Güler jadi satu-satunya titik terang. Dua gol dari luar kotak penalti bikin dia pemain ketiga dalam sejarah Madrid yang bisa begitu di satu laga UCL. Dua nama sebelumnya: Roberto Carlos vs Leverkusen 2000, dan Cristiano Ronaldo vs Zurich 2009. Elite company.

Kemenangan ini spesial buat Bayern. Ini pertama kalinya sejak 2017 Die Roten menang di Liga Champions setelah tertinggal di babak pertama. Terakhir kali lawan Arsenal. Mental baja Kompany mulai kelihatan.

Statistik akhir bicara jelas: Bayern 17 tembakan, 9 on target, 67% bola. Madrid cuma 8 tembakan, 5 on target. Saat unggul jumlah pemain, Bayern tidak kasih ampun.

Bayern melaju ke semifinal dan bakal ketemu PSG. Ulangan final UCL 2020. Sementara Madrid pulang bawa PR segudang: disiplin amburadul, lini tengah kelelahan, dan lagi-lagi tumbang oleh tim Jerman.

Munich berpesta, Madrid berduka. Kartu merah Camavinga jadi simbol musim UCL Los Blancos: berbakat, tapi tidak dewasa.

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta