JEMBRANA, wberita.com ! Sejak lima hari terakhir terjadi peningkatan jumlah penguna jasa penyeberangan Gilimanuk-Ketapang. Peningkatan jumlah pengguna jasa penyeberangan ini didominasi oleh mibil pribadi dan sepeda motor.
Peningkatan arus mudik Lebaran 2025 melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, mulai menunjukkan peningkatan. Antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa mulai meningkat sejak lima hari belakangan ini.
Sejumlah pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan saat puncak arus mudik yang bertepatan dengan Hari Suci Nyepi.
“Kami sengaja mudik lebih awal agar tidak terjebak kemacetan. Apalagi Lebaran kali ini berdekatan dengan Nyepi,” ujar Ibat, pemudik asal Jember, Minggu 23 Maret 2025.
Dia mengaku mudik lebih awal bersama empat orang rekannya mengendarai dua sepeda motor karena pekerjaannya di Denpasar sebagai kuli bangunan sudah rampung.
Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Ryan Dewangga dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya peningkatan jumlah pemudik dalam lima hari terakhir. Ia menyebutkan, puncak kepadatan terjadi pada malam hingga dini hari.
“Mudik saat bulan puasa memang tantangan, seperti siang itu panas dan takut macet, jadi lebih enak dan adem itu ya berangkat malam hari,” kata Ryan.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, ASDP Pelabuhan Gilimanuk telah menyiapkan dua kapal bantuan, KMP Munic I dan KMP Parama Kalyani. Pihaknya juga masih menunggu persetujuan untuk penambahan satu kapal lagi, KMP Nawasena.
Ryan mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk berangkat mudik lebih awal, mengingat adanya penutupan pelabuhan saat Hari Suci Nyepi.(dar)













