wberita.com ! Duel dua tim tangguh peringkat 10 besar dunia di Grup C Piala Dunia 2026 berlangsung sangat ketat dan dinamis, dengan alur permainan yang berubah arah sepanjang pertandingan. Di babak pertama, Maroko tampil lebih percaya diri, menguasai penguasaan bola dan membangun serangan dengan rapi. Keunggulan pantas mereka dapatkan lewat gol Ismael Saibari yang memanfaatkan celah di pertahanan Brasil. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama; Vinicius Junior menyamakan kedudukan dengan tembakan keras dan akurat dari sisi kiri, menjadi satu-satunya momen menonjol Brasil di babak tersebut yang sempat terlihat kesulitan membangun serangan.
Memasuki babak kedua, suasana berubah total. Brasil melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menyegarkan lini serang dan tengah, lalu segera mengambil alih kendali jalannya pertandingan. Mereka terus menekan pertahanan lawan dan menciptakan peluang demi peluang berbahaya, namun setiap usaha selalu terhalang oleh penampilan gemilang kiper andalan Maroko, Yassine Bono. Setelah melewati jeda minum, situasi berbalik kembali — Maroko bangkit dengan suntikan energi dari pemain muda pengganti, mulai merebut kembali ruang gerak, dan perlahan mengimbangi bahkan menguasai jalannya permainan.
Di masa tambahan waktu yang cukup panjang, kedua tim saling menyerang dan bertahan dengan gigih. Bono mencatat empat penyelamatan krusial meski sempat terganggu cedera di bahu dan kaki, sementara di sisi lain kiper Brasil, Alisson Becker, juga tampil sigap menahan serangan balik berbahaya lawan. Beberapa keputusan wasit pun dikoreksi lewat sistem VAR untuk memastikan keadilan pertandingan, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil imbang 1-1 ini membuat kedua tim sama-sama mengumpulkan satu poin di awal perjalanan turnamen. Posisi puncak klasemen Grup C pun masih terbuka lebar, dan bisa segera direbut oleh tim yang keluar sebagai pemenang dalam pertandingan selanjutnya antara Skotlandia dan Haiti.













