Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita
Berita  

Dituding Tak Bayar Ongkos Tukang Bangunan Dapur Makan Bergizi, Begini Penjelasan Ngurah Sutarka

Ket foto : Sejumlah buruh bangunan saat melaksanakan aktifitas pekerjaan proyek pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis di Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana
Ads Wberita

JEMBRANA, wberita.com ! Setelah sebelumnya pemilik bangunan Dapur Makan Bergizi Gratis di Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana dituding oleh pemborong bangunan tidak mau membayar ongkos borongan.

Kini muncul kembali informasi miring terkait pengelolaan Dapur Makan Bergizi Gratis tersebut. Sejumlah sumber mengungkapkan, pihak pengelola disebutkan kurang profesional dalam pengelolaan yang berimbas pada tersendatnya pembayaran kepada suba player bahan makanan.

Ads Wberita

“Banyak subplayer mahan makanan mengeluh. Seperti penyedia sayuran, daging dan telur serta lainnya. Katanya pembayarannya suka ngadat. Bahkan ada yang sampai dua bulan tidak dibayar,” ujar sumber yang enggan ditulis namanya, Rabu (23/7/2025).

Kondisi ini menurut beberapa sumber mengaku sangat disayangkan. Mereka mencium ada bau amis dari proses verifikasi yang dilakukan oleh SPPI, sehingga pengelolaan MBG tersebut bisa lolos dan beroperasi.

“Dari awal memang itu sudah masalah, buktinya mulai proses penggarapan ada ongkos tukang yang tidak dibayarkan sampai sekarang. Kenapa bisa lolos dan beroperasi seperti sekarang ini,” imbuh sumber.

Terkait tudingan tidak mau membayarkan ongkos borongan tukang, pemilik bangunan Dapur Makan Bergizi Gratis Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana Ngurah Ketut Sutarka dikonfirmasi melalui telpon membantah keras tudingan tersebut.

Menurutnya, pihak pemborong bangunan sudah lalai dalam melaksanakan pekerjaannya. Bahkan menurutnya, pihak pemborong bangunan tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya dan memilih meninggalkan pekerjaan (kabur). Hingga pekerjaan bangunan menjadi terbengkalai.

“Awalnya saya serahkan semua pekerjaan kepada dia (Pak Gede/Pemborong). Bahkan saya sudah berikan dana ratusan juta rupiah. Tapi pekerjaannya tidak sesuai harapan. Dia malah kabur, hingga pekerjaan terbengkalai,” kilah Sutarka, dikonfirmasi Rabu (23/7/2025).

Pihaknya juga sempat mengecek, ternyata pemborong banyak memiliki tunggakan pembayaran material bangunan di toko-toko, serta upah pekerja yang tidak dibayarkan. Agar tidak menimbulkan masalah, menurut Sutarka, terpaksa dirinya yang membayar tunggakan-tunggakan tersebut.

“Buruh-buruh bangunan dan tukang-tulang yang dia (Pak Gede) pekerjakan juga tidak diurus. Kasihan mereka karena mereka bekerja butuh makan. Terpaksa saya yang ambil alih membayari mereka, termasuk Ahmad yang dari Pengambengan,” tuturnya.

Terkait tudingan mengenai pembayaran subplayer yang ngadat, Sutarka dengan tegas membantahnya. Dia mengatakan, pembayaran untuk subplayer bahan makanan lancar-lancar saja. Bahkan ada yang dibayar tiap hari dan ada pula yang minta dibayar tiap tiga hari sekali.

“Saya juga dengar isu ini. Sangat santer tapi saya tidak menanggapinya dan memilih diam. Yang jelas pembayaran subplayer lancar-lancar saja,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad, pekerja bangunan Dapur Makan Bergizi Gratis yang berlokasi di Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana, menuntut pembayaran upah pekerjaannya yang tak kunjung dibayarkan oleh Pak Gede, pemborong bangunan tersebut asal Lingkungan, Satria, Kelurahan Pendem, Jembrana.

Ahmad yang menyampaikan permasalahan tersebut kepada Ketua SPSI Jembrana Sukirman, menyebutkan, dirinya mengesub pekerjaan bangunan Dapur Makan Bergizi Gratis tersebut dari Pak Gede. Namun setelah rampung, dirinya tidak kunjung dibayar. Bahkan hingga saat ini dia mengaku belum dibayar sekitar Rp. 39.500.000. Beberapa kali diminta, Pak Gede selalu berkelit dengan dalih belum dibayar oleh Sutarka, sebagai pemilik bangunan.(dar)

 

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta