JEMBRANA, wberita.com ! Pelayanan RSU Negara mendapat keluhan dari salah satu orang tua pasien. Bahkan keluhan tersebut hingga diunggah di akun media sosial Facebook.
Adalah akung Facebook (FB) Agung Kebut yang kemudian membagikan unggahannya di akun Info Jembrana menyampaikan keluhan buruknya pelayanan RSU Negara.
Melalui unggahan video yang memperlihatkan bangunan gedung RSU Negara dan seorang ibu mengendong anaknya (pasien) yang masih kecil tanpa mengenakan baju.
Sementara diduga bapak kandung pasien, sekaligus diduga sebagai perekam video menyampaikan kekecewaannya dengan kata-kata bahasa Bali yang artinya, bayar sampai Rp. 150 ribu, hanya diberikan Paracetamol, panas anaknya tidak kunjung turun.
Terkait keluhan tersebut Dirut RSU Negara dr. I Gusti Agung Putu Arusantha, M.P.H, dikonfirmasi melalui telpon mengatakan bahwa permasalahan seperti unggahan di akun Gung Kebut tersebut telah diselesaikan.
Pihaknya mengaku telah bertemu dengan orang tua pasien dan telah memberikan penjelasan yang sebenarnya, serta orang tua pasien telah mengerti dan menerima atas penjelasan yang diberikan.
Dimana menurut dr. Arisantha, sesuai aturan dari BPJS, pasien datang ke IGD RSU Negara tidak masuk dalam katagori emergensi, jadi untuk pelayanan medis diwajibkan untuk membayar susuai layanan yang diberikan.
“Ini memang aturan dari pihak BPJS. Jika datang ke IGD masuk katagori emergensi, maka biayanya di tanggung BPJS. Tapi kalau statusnya tidak emergensi wajib membayar,” terangnya, Jumat (25/9/2026).
Atas penjelasan tersebut, pihak orang tua pasien telah mengerti dan menerimanya. Terkait obat yang diberikan, menurut Arisantha, tindakan dokter dengan memberikan Paracetamol sudah tepat karena keluhan pasien panas.(dar)













