JEMBRANA, wberita.com ! Sejumlah warga Dusun Tirtakusuma, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jembrana memprotes keberadaan tambak udang di wilayahnya, Rabu (21/5/2025) sore.
Pasal tambak udang milik warga Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana tersebut ternyata membuang limbah sembarangan (keluar areal tambak) hingga ke sungai. Bahkan keberatan warga ini sudah sejak lama disampaikan ke pihak tambak, tapi tidak mendapat tanggapan.
Parahnya lagi, Perbekel Candikusuma I Wayan Suardana mengaku tidak tahu apa-apaan terkait hal tersebut. Padahal warga yang protes mengaku telah menyampaikan langsung permasalahan tersebut kepada Perbekel.
Menurut Maksum, salah satu warga Dusun Tirtakusuma, pihak tambak membuang limbah tambak ke luar area tambak atau ke tanah pecatu dengan membuat saluran pembuangan limbah menuju sungai.
Namun saluran pembuangan limbah tersebut kondisinya lebih tinggi dari tegalan/daratan. Sehingga saat membuang limbah bisa meluber ke kebun atau ke jalan hingga air limbah masuk ke pekarangan-pekarangan warga sekitar tambak.
“Apalagi jika musim hujan, akan lebih parah lagi air limbah bercampur air hujan meluber ke rumah-rumah warga hingga banjir. Ini kan karena saluran pembuangan limbah dibuat lebih tinggi dari daratan,” ujar Maksum.
Menurutnya, sedikitnya ada 15 KK yang tinggal di sekitar tambak udang tersebut terkena dampak. Permasalahan ini menurut Maksum sudah disampaikan langsung kepada Perbekel Candikusuma. Sebenarnya warga sejak lama sudah menyampaikan keberatan terkait masalah tersebut.
“Kemarin kami sempat ketemu Bapak Perbekel pas kami sedang mengurai genangan air limbah dan kami sampaikan permasalahan itu kepada beliau. Kata beliau permasalahan tersebut akan dikordinasikan kepada pemilik tambak,” tutur Maksum di temui di Candikusuma.
Hal senada disampaikan oleh Muhsin, warga penyanding lainnya. Menurutnya warga sekitar sejak lama menjadi korban tambak karena membuang limbah sembarangan. Namun keberatan tersebut tidak pernah ditanggapi oleh pihak tambak.
Muhsin dengan warga lainnya meminta pihak terkait agar segera menindaklanjuti permasalahan tersebut sehingga warga sekitar tambak tidak lagi menjadi korban banjir akibat saluran pembuangan limbah tambak dibuat lebih tinggi dari daratan.
Terkait hal tersebut, Perbekel Candikusuma I Wayan Suardana dikonfirmasi mengaku tidak tahu apa-apa tentang hal tersebut karena menurutnya pihak warga belum pernah ada yang menyampaikan keberatan ke kantor desa.
“Saya tidak tahu apa-apa terkait masalah itu, belum pernah ada warga yang menyampaikan permasalahan tersebut. Itu tambak milik warga Melaya, silahkan saja konfirmasi ke pemilik tambak,” ujarnya singkat.
Sementara itu Haji Anwar sebagai pemilik tambak udang tersebut belum bisa dikonfirmasi. Dicoba menghubungi melalui telpon dalam keadaan aktif, namun tidak diangkat. Demikian juga dihubungi melalui WhatsApp, hingga berita ini ditulis tidak direspon.(dar).













