Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita
Berita  

Hari ke-4 Pencarian, I Komang Sumo Belum Ditemukan, Keluarga Gelar Ritual Pemanggilan dengan Bleganjur

Ket foto : Pencarian terhadap I Komang Sumo, warga Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana yang hilang terseret arus di Perairan Prancak, Jembrana.
Ads Wberita

JEMBRANA, wberita.com ! Hingga hari ke empat pencarian, I Komang Sumo, warga Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, belum juga ditemukan. Pencarian akan kembali dilakukan, Kamis 27/3/2025, mulai pagi hari.

Untuk diketahui, I Komang Sumo hilang terseret arus deras di perairan Prancak, Jembrana, Bali saat mengantar tiga orang pemancing menggunakan perahu fiber pada Sabtu 22 Maret 2025 sekitar pukul 12.30 Wita.

Ads Wberita

Dia terseret arus saat berusaha memperbaiki katir fibernya yang rusak. Saat mencebur ke laut, I Komang Sumo dihantam gelombang tinggi dan terseret arus deras dan hingga kini tidak ditemukan. Sementara tiga pemancing lainnya berhasil menepi di pesisir Pantai Pengambengan, Negara.

Perbekel Desa Tegalbadeng Barat I Made Sudiana mengatakan, sejak dilaporkan hilang terseret arus, pencarian terhadap korban dilakukan oleh tim SAR, dengan dibantu pihak keluarga dan nelayan setempat. Namun hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan.

“Bahkan kemarin, keluarga korban sempat melaksanakan ritual adat pemanggilan korban dengan menggunakan tabuh bleganjur di pesisir pantai tempat korban terseret arus. Tapi korban belum juga ditemukan,” terangnya, Rabu (26/3/2025).

Sudiana mengaku merasa kaget dengan musibah yang menimpa warganya itu, karena I Komang Sumo dikenal profesional dan sudah terbiasa mengemudikan perahu fiber di laut. Korban memang sering mengantar para pemancing melaut.

“Dia memang profesinya mengantar pemancing melaut. Pekerjaan ini memang dia tekuni selepas berhenti bekerja di pabrik pengalengan ikan,” ujar Sudiana.

Lanjut Sudiana, pihak keluarga, terutama istri dan kedua anak korban yang masih kecil-kecil sangat terpukul dengan kejadian ini. Mereka berharap korban segera bisa ditemukan dalam kondisi apapun. Namun besar harapan pihak keluarga, korban bisa ditemukan dengan kondisi selamat.

Sementara itu informasi dari pihak keluarga korban, pencarian pada Rabu, 26 Maret 2025 ditiadakan dikarenakan adanya upacara Melasti yang merupakan rangkaian dari hari Nyepi tahun ini. Pencarian baru kembali dilakukan pada Kamis, 27 Maret 2025, mulai pagi hari melibatkan tim SAR, nelayan, masyarakat dan pihak keluarga.(dar)

 

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta