JEMBRANA, wberita.com ! Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Profesor Doktor Seto Muliyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, memerintahkan Ketua LPAI Kabupaten Jembrana mengunjungi pelantun Rindu Meme Luh Putu Yulianti.
Ketua LPAI Kabupaten Jembrana I Nengah Suardana, SH, MH, langsung melaksanakan perintah tersebut dengan mengunjungi Luh Putu Yulianti di Banjar Yehbuah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, pada Minggu, 13 Juli 2025 siang.
Kunjungan LPAI Jembrana tersebut diterima langsung oleh Luh Tu Yulianti, didampingi kedua orang tuanya serta Sekdes Penyaringan. Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan tersebut.
“Kami dapat perintah dari LPAI pusat untuk mengunjungi Luh Putu Yulianti yang mengalami gangguan penglihatan dan memiliki talenta dibidang olah vocal,” ujar Suardana yang juga sebagai Advokat Peradi Jembrana, Minggu (13/7/2025).
Lanjutnya, kunjungan kali ini bertujuan untuk melakukan pendataan sekaligus pengecekan kondisi yang dialami oleh penyanyi cilik yang sedang naik daun tersebut. Secara ekonomi kondisi keluarganya tergolong kurang mampu.
“Untuk itulah kami mendatanya dan data Luh Tu Yulianti kita laporkan ke pusat. Nantinya agar dia mendapatkan hak perlindungan anak,” imbuh Suardana.
Nantinya menurut Suardana akan diusulkan biaya pengobatan mata yang bersangkutan, termasuk kemungkinan untuk dilakukan operasi mata. Dia berharap dengan langkah itu, Luh Putu Yulianti bisa kembali melihat secara normal.
“Nanti itu pusat yang akan menentukan langkah selanjutnya, yang jelas kami melakukan pendataan untuk dilaporkan ke pusat. Astungkara ada langkah yang baik buat Luh Putu Yulianti,” pungkasnya.
Sementara itu Komang Wiastama orang tua dari Luh Putu Yulianti dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terimakasihnya kepada LPAI Pusat dan LPAI Kabupaten Jembrana yang telah memperhatikan putrinya.
“Kami berharap LPAI bisa membantu putri kami untuk pengobatan matanya, sehingga putri kami bisa melihat secara normal,” ujarnya.
Untuk diketahui, Luh Putu Yulianti, gadis berusia 13 tahun asal Banjar Yehbuah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, yang mengalami gangguan penglihatan mendadak viral di media sosial karena memiliki suara yang indah dan merdu setelah melantunkan tembang Bali “Rindu Meme”
Semenjak viral tersebut, Luh Putu Yulianti yang merupakan anak asuh dari Yayasan Seni Jembrana (YSJ Bali Production) banyak mengundang simpati dari banyak pihak. Bantuan dana dari para donatur berdatangan. Berharap dari bantuan yang terkumpul, putri pertama dari pasangan keluarga kurang mampu tersebut bisa melanjutkan pengobatan matanya.(dar)













