JEMBRANA, wberita.com ! Pembangunan Dapur Makan Bergizi gratis yang menjadi program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto, yang berlokasi di Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana, ternyata menyisakan masalah.
Pihak pemborong pekerjaan bangunan dapur makan bergizi gratis tersebut ternyata belum melunasi ongkos tukang sekitar puluhan juta rupiah. Padahal pekerjaannya sudah rampung sejak bulan Maret 2025 lalu dan dapur tersebut sudah mulai beroperasi.
“Itu saya yang mengerjakan bangunannya atas permintaan Pak Gede selaku pemborong. Saya ngesub pekerjaan sama Pak Gede,” ujar Ahmad, warga Pengambengan, Selasa (22/7/2025).
Selama proses pengerjaan, Ahmad yang berstatus sebagai pengesub proyek dari Pak Gede tidak pernah meminta pembayaran dan akan dibayarkan seluruhnya jika pekerjaan sudah rampung seluruhnya. Untuk pekerjaan ini Ahmad memperkerjakan 16 orang buruh harian.
Namun kenyataannya, pekerjaan sudah rampung seluruhnya, dirinya belum menerima upah kerja dari Pak Gede selaku pemborong. Dengan alasan bahwa Pak Gede belum menerima pembayaran dari Ajik, sebagai pemilik bangunan Dapur Makan Bergizi gratis tersebut.
“Saya sudah minta berulang kali. Tetap juga tidak dibayar. Barulah sebelum Nyepi dan Lebaran, Pak Gede memberikan uang kepada saya sebesar tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah. Uang itu saya gunakan untuk membayar upah buruh sebanyak delapan orang dan sisanya yang delapan orang lagi belum saya bayar sampai sekarang,” tutur Ahmad.
Ahmad juga menjelaskan dari total borongan kerja yang dia ambil dari Pak Gede sebesar Rp 57 juta, sampai saat ini pak Gede masih memiliki tunggakan sejumlah Rp 39.500.000,- Ahmad mengaku sudah sering meminta kepada Pak Gede untuk segera melunasi upah pekerjaan tersebut, namun selalu berkelit dengan alasan belum menerima uang dari Ajik.
“Pernah saya ajak Pak Gede untuk sama-sama ketemu Ajik (nama lengkap Ajik, Ahmad tidak tahu) untuk menanyakan kejelasan upah pekerjaan tersebut, namun Pak Gede tidak mau. Saya juga belum pernah menanyakan ke Ajik tentang ini karena urusan saya dengan Pak Gede,” beber Ahmad.
Karena itu Ahmad mengaku telah melaporkan masalah ini kepada Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Jembrana, untuk ditindaklanjuti dan para buruh segera mendapatkan hak-hak mereka.
Terkait hal tersebut, Pak Gede sebagai pihak pemborong proyek tersebut tidak bisa dikonfirmasi. Dicoba menghubungi melalui telpon berulang kali dalam keadaan aktif namun tidak diangkat. Demikian halnya dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini ditulis tidak direspon.
Terpisah, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Jembrana Sukirman dikonfirmasi melalui telpon, membenarkan pihaknya telah menerima aduan dari Ahmad terkait pembayaran upah pekerjaan Dapur Makan Bergizi Gratis di Desa Tegalbadeng Barat yang belum dibayarkan oleh Pak Gede selaku pemborong.
“Padahal itu pekerjaannya sudah lama selesai sampai sekarang upah pekerja belum dibayarkan sebanyak tiga puluh sembilan juta lima ratus ribu rupiah. Ini kan kasihan pekerja, mereka itu hanya buruh kecil,” ujar Sukirman.
Sukirman juga mengaku telah berkordinasi dan menanyakan langsung kepada Pak Gede sebagai pemborong dan Pak Gede mengakui belum membayar upah pekerjaan tersebut karena dirinya mengaku belum mendapatkan upah borongan dari Ajik sebagai pemilik bangunan tersebut.
“Saya tidak tahu Ajik siapa yang Pak Gede maksud. Katanya Pak Gede belum menerima uang dari Ajik sampai sekarang. Bahkan dia menyebut Ajik itu sudah memfitnah dirinya. Tapi tidak jelas fitnah yang bagaimana maksudnya,” kata Sukirman.
Sukirman meminta kepada Pak Gede selaku pemborong agar segera menyelesaikan pembayaran upah pekerja tersebut, terlebih pekerjaannya sudah selesai sejak lama. Jika tidak segera dibayarkan, maka pihaknya akan mengadukan permasalahan ini kepada pihak berwajib. Tindakan itu diambil menurut Sukirman adalah untuk melindungi hak-hak para pekerja.(dar)













