JEMBRANA, wberita.com ! Sedikitnya ada sekitar 45 orang tamatan SMP di Kecamatan Melaya, Jembrana yang gagal sekolah SMA/SMK Negeri terdekat. Mereka justru kebanyakan diterima di sekolah yang jaraknya cukup jauh dari tempat mereka.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika, saat dikonfirmasi melalui telpon, Senin 14 Juli 2025. Menurutnya, mereka kebanyakan diterima di sekolah SMA/SMK Negeri di wilayah Kabupaten Buleleng, dengan jarak tempuh mencapai 30 hingga 50 kilometer dari rumahnya.
“Karena diterima di sekolah jauh, mereka tidak akan hadir saat pendaftaran ulang. Ini harus kita sikapi agar tidak ada anak-anak kita yang putus sekolah. Kami akan koordinasikan ini dengan dinas terkait agar ada solusi,” terang Ketut Suastika alias Cuhok, Senin (14/7/2025).
Menurut Cuhok, pihaknya masih memperjuangkan anak-anak tersebut bisa bersekolah di SMA/SMK Negeri terdekat. Mengingat mereka jelas-jelas menyampaikan tidak akan hadir saat pendaftaran ulang karena sekolah yang menerima mereka jaraknya cukup jauh.
“Ini juga harus menjadi perhatian pihak pemerintah provinsi ke depannya. Sistim penerimaan siswa baru sekarang ini mesti ditinjau ulang. Jarak sekolah dengan tempat tinggal calon siswa harus menjadi perhatian utama,” tutur Cuhok.
Bisa dibayangkan anak-anak tersebut k yang rata-rata ekonomi orang tuanya pas-pasan kata Cuhok, harus bersekolah jauh dengan jarak puluhan kilometer. Disamping memerlukan biaya yang tinggi, juga rentan resiko kecelakaan di jalan. Termasuk resiko anak malas datang ke sekolah.
“Mestinya ini menjadikan acuan dari pemerintah kalau mau menempatkan calon siswa di sekolah mana. Mestinya tempatkan mereka di sekolah terdekat,” pungkasnya.
Sebelumnya, puluhan anak-anak tamatan SMP didampingi orang tuanya mendatangi kediaman Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana. Mereka datang mengadu tidak diterima di SMA/SMK Negeri terdekat, tetapi diterima di sekolah yang jaraknya sangat jauh.
Kepada Suastika, mereka meminta agar bisa diperjuangkan agar bisa diterima di sekolah terdekat. Jika tetap tidak bisa diterima di sekolah terdekat, mereka mengancam tidak akan hadir saat pendaftaran ulang di sekolah yang lokasinya jauh.(dar)













