JEMBRANA, wberita.com – Menjelang Pilkada, suhu politik di Jembrana mulai meninggi. Pemicunya, adanya desas-desus hengkangnya sang petahana Wakil Bupati Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) dari pelukan I Nengah Tamba.
Belakangan ini jagat sosial media diebohkan dengan positingan kawinya Patriana Krisna (Ipat) yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Jembrana mendampingi I Nengah Tamba, dengan Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana I Made Kembang Hartawan.
Kembang – Ipat diisukan bakal maju di Pilkada Jembrana Nopember 2024 mendatang, melawan calon petahana yang saat ini diisukan kebinggungan mencari calon pendamping.
Baca Juga: Serahkan Penghargaan UMKM Palembang Awards, Pj Gubernur Fatoni Ajak Masyarakat Sukseskan BBI dan BBWI https://www.wberita.com/serahkan-penghargaan-umkm-palembang-awards-pj-gubernur-fatoni-ajak-masyarakat-sukseskan-bbi-dan-bbwi/
Munculnya positingan “kawinya” Kembang – Ipat di sosial media, justru terjadi setelah Tamba – Ipat mendaftar di Partai Demokrat dan PPP beberapa waktu lalu. Tentu saja postingan dan isu tersebut membuat panik banyak pihak.
Banyak pihak menilai, jika Kembang – Ipat terbentuk, dipastikan akan menjadi kekuatan tangguh dan merupakan batu sandungan bagi calon petahana untuk merebut kembali kursi empuk di eksekutif.
Terlebih ada isu dedengkot Jembrana yang dikenal ahli strategi perang I Gede Winasa ikut campur tanggan untuk membentuk pasangan Kembang – Ipat di Pilkada Nopember 2024 mendatang.
Baca Juga: Pimpin Rakernas IKAPTK, Akmal Malik Tekankan Penguatan Kolaborasi Alumni Menuju Indonesia Emas 2045 https://www.wberita.com/pimpin-rakernas-ikaptk-akmal-malik-tekankan-penguatan-kolaborasi-alumni-menuju-indonesia-emas-2045/
Bahkan santer kabarnya, mantan Bupati Jembrana selama dua preode yang saat ini masih mendekam di Penjara tak lama lagi akan menghirup udara bebas karena ada pihak lain yang siap membayarkan dendanya sebesar Rp 3 Milyar lebih.
Sayangnya, isu yang santer di media sosial ini masih menjadi teka-teki. Pasalnya, baik Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) memilih bungkap menanggapi isu ini.
Dicoba berulang kali menghubungi Kembang Hartawan dan Patriana Krisna melalui telpon, dalam keadaan aktif, namun tidak diangkat. Demikian juga dikonfirmasi melalui WhatsApp, tidak pernah direspon. Sementara dari kubu Nengah Tamba, justru menanggapi dingin isu ini. (dar)













