JEMBRANA, wberita.com ! Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, hingga Kamis, 3 Juli 2025, pukul 06.43 WITA, baru berhasil menemukan empat korban.
Keempat korban korban tersebut ditemukan di perairan Gilimanuk, tepatnya di sebelah Selatan Jembatan Timbang, Cekik, dalam kondisi selamat.
Keempat korban selamat tersebut seluruhnya laki-laki. Diantaranya 1 orang ABK yang menjabat sebagai Komandan Kamar Mesin dan tiga orang penumpang kapal. Mereka berhasil selamat dari musibah tersebut karena menaiki skoci kapal.
“Sampai pagi ini baru empat orang yang berhasil ditemukan dengan kondisi selamat. Mereka adalah 1 ABK dan tiga orang penumpang. Keempatnya laki-laki,” Kepala Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk Mohammad Mustajib, Kamis (3/7/2025).
Para korban yang ditemukan selamat oleh Tim SAR tersebut kemudian dievakuasi di Kantor ASDP Pelabuhan Gilimanuk untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pendataan oleh petugas.
Usai dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pendataan oleh petugas. Keempat korban selamat tersebut kemudian diamankan di Mapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.
Muhammad Mustajib mengaku belum bisa memastikan jumlah penumpang karena masih dilakukan pendataan. Disisi lain pencarian terhadap korban lainnya masih dilakukan oleh Tim SAR gabungan menyasar perairan Selat Bali.
Dari data daftar penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, terdapat beberapa warga Bali. Satu diantaranya I Komang Surata, supir truk asal Menega, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana.
Menurut keterangan Komang Wiardani yang merupakan istri korban. Suaminya dipastikan menumpang KMP naas tersebut karena satu jam sebelum kejadian sempat mengabari dirinya akan berangkat ke Bali.
“Suami saya muat semen dari pabrik di Banyuwangi mau dibawa ke Denpasar. Satu jam sebelum nyebrang dia sempat menelpon katanya sedang makan dan akan menyebrang ke Bali,” ujar Komang Wiardani ditemui di Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (3/7/2025).
Setelah itu, dirinya kemudian tidur. Namun sekitar pukul 23.50 WITA, anaknya yang juga supir truk menelpon dirinya mengatakan kalau kapal yang ditumpangi bapaknya tenggelam di Selat Bali.
“Saya kaget mendengar kabar itu, saya kemudian berusaha menelpon suami saya, tapi tidak bisa karena nomernya tidak aktif,” imbuh Wiardani.
Hingga pukul 07.00 WITA, Wiardani mengaku belum mendapat kabar tentang suaminya. Dia berharap suaminya ditemukan selamat dari musibah tersebut.
Diberitakan sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di perairan Ketapang pada Rabu, 2 Juli 2025, sekitar pukul 23.50 WITA karena mengalami kebocoran pada bagian mesin kapal saat berlayar menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Dari informasi yang dihimpun KMP Tunu Pratama Jaya tersebut membuat 56 orang penumpang dan memuat 56 unit kendaraan berbagai jenis. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti jumlah korban karena tim SAR masih melakukan pencarian.(dar)













