Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita
Berita  

Warga Gilimanuk Keluhkan Bau Limbah Ternak dan Truk Ngebut, Karantina Hewan Diminta Cari Solusi

Ket foto: Camat Melaya didampingi Lurah Gilimanuk, Kasi Trantib, Polprades, Kepala lingkungan, Ketua RT, dan perwakilan warga penyanding saat mendatangi lokasi penampungan ternak milik Karantina Hewan di Lingkungan Samiana pada Selasa (24/6/2025)
Ads Wberita

JEMBRANA, wberita.com ! Warga Lingkungan Samiana dan Arum, Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, mengeluhkan polusi bau busuk dari limbah ternak sapi dan babi serta aktivitas truk pengangkut ternak yang kerap melaju kencang di jalan perkampungan padat penduduk. Keluhan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan koordinasi di Tempat Penampungan Sapi dan Babi milik Karantina Hewan di Lingkungan Samiana pada Selasa (24/6/2025) sekitar pukul 13.30 WITA.

Polemik Bau Busuk dan Truk Pengangkut Ternak
Permasalahan ini mencuat setelah adanya pemberitaan di media dan surat petisi keberatan yang ditandatangani oleh para Ketua RT serta warga terdampak. Menindaklanjuti hal tersebut, Camat Melaya didampingi Lurah Gilimanuk, Kasi Trantib, Polprades, Kepala lingkungan, Ketua RT, dan perwakilan warga penyanding mendatangi lokasi penampungan ternak.

Ads Wberita

Dalam pertemuan tersebut, Lurah Gilimanuk, IB. Tony Wirahadikusuma, menyampaikan secara langsung keluhan warga dan surat petisi keberatan. “Selain masalah bau busuk, warga juga mengeluhkan kerusakan fasilitas seperti gapura batas lingkungan yang ditabrak truk pengangkut ternak sapi dan kerusakan jalan akibat aktivitas truk-truk tersebut,” jelas Lurah Tony.

Camat Melaya turut menambahkan dan berharap agar ada solusi konkret dari permasalahan ini demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Wakil Kepala Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk menyarankan agar pemeriksaan ternak sapi dan babi dilakukan di area Terminal Kargo. “Lokasi Terminal Kargo lebih luas dan berada di pinggir jalan raya Nasional, sehingga lebih representatif dan tidak mengganggu warga,” ujarnya.

Senada, Kasi Ops Batalyon Brimob C Pelopor Gilimanuk juga mengakui bahwa polusi bau tersebut berdampak signifikan, bahkan hingga ke Mako Brimob. “Kami berharap segera ada solusi terbaik bagi pihak Karantina Hewan dan warga sekitar,” tegasnya.

Perwakilan warga terdampak mengungkapkan kekhawatiran serius terkait dampak kesehatan. “Sudah ada beberapa warga yang mengalami sesak napas. Kami sangat berharap pihak Karantina Hewan dapat memperhatikan keluhan kami dan menemukan solusi terbaik,” tutur salah satu perwakilan warga.

Tanggapan Pj. Kepala Karantina Hewan Gilimanuk
Menanggapi keluhan tersebut, I Putu Agus Kusuma, menyatakan akan segera melaporkan permasalahan ini ke Balai Karantina di Denpasar. “Saya baru bertugas di sini, jadi saya perlu menyampaikan laporan ini ke atasan di Denpasar,” jelasnya.

Ia juga menyarankan kepada Lurah Gilimanuk untuk membuat surat resmi kepada Kepala Balai Karantina Denpasar agar mendapatkan respons dan tindak lanjut yang cepat terkait permasalahan ini.(Sis)

 

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta