Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita
Berita  

Yeeh…! Puluhan Sumur Warga Yehembang Alami Kekeringan Diduga Dampak Sumur Bor Tambak Udang

Ket foto : Tambak udang di Banjar Yehbuah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana
Ads Wberita

JEMBRANA, wberita.com ! Puluhan warga di Banjar Baleagung dan Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, saat ini mengalami krisis air bersih.

Pasalnya, sumur-sumur milik puluhan warga tersebut debit airnya menurun drastis, bahkan ada yang mengalami kekeringan. Sedikitnya ada 30 lebih sumur warga mengalami penurunan debit air.

Ads Wberita

Kondisi ini diduga disebabkan keberadaan tambak udang yang cukup luas di wilayah Banjar Yehbuah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali.

Dimana tambak udang berskala besar tersebut memanfaatkan air bawah tanah (ABT) dengan cara pengeboran (membuat sumur bor). Tidak tanggung-tanggung ada puluhan sumur bor di tambak tersebut dengan kedalaman tertentu.

“Dari dulu sumur warga disini tidak pernah kering, meskipun musim kemarau. Tapi semenjak ada tambak yang membuat puluhan sumur bor, sumur-sumur kami jadi kering,” ujar Gede, salah seorang warga Yehembang, Sabtu (9/8/2025).

Menurut warga, puluhan sumur bor yang dibangun pihak tambak sangat berdampak pada sumur-sumur warga karena air bawah tanah diserap oleh tambak dengan skala besar. Terlebih kedalaman sumur bor tersebut jauh melewati dasar sungai.

Atas dampak buruk lingkungan yang ditimbulkan, sejumlah warga yang mengalami krisis air bersih kemudian mengadukan permasalahan tersebut kepada pemerintah desa setempat. Berharap ada solusi dari pemerintah terkait permasalahan tersebut.

Ket Foto: sumur warga Yehembang yang mulai mengering

Perbekel Yehembang I Made Semadi dikonfirmasi melalui telpon membenarkan ada puluhan warganya mengalami krisis air bersih akibat sumur-sumur mereka mengalami penurunan debit air.

Menurut Semadi, penurunan debit air tersebut diduga diakibatkan keberadaan puluhan sumur bor yang dibangun pihak tambak yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman warganya itu.

“Kami sudah layangkan surat ke Pemkab Jembrana dan ke pihak tambak terkait persoalan warga kami. Kami berharap masalah ini segera ditindaklanjuti, kasihan warga kami terdampak,” ujar Semadi.

Sementara itu pihak pengelola tambak I Made Suena dikonfirmasi melalui telpon mengaku akan segera mengecek permasalahan tersebut dan akan berkordinasi dengan pihak kantor tambak di pusat.

“Nanti kami cek dulu ya, kami juga akan kordinasi dengan kantor pusat,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, keberadaan tambak udang ini juga diprotes oleh sejumlah warga Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Puluhan warga di desa ini juga mengalami krisis air bersih akibat debit air pada sumur mereka menurun akibat puluhan sumur bor yang dibangun pihak tambak.

Bahkan karena protes warga tersebut, para anggota DPRD Jembrana bersama instansi terkait sempat melakukan sidak ke lokasi. Hasilnya, sumur-sumur bor milik tambak udang tersebut sempat disegel oleh dewan karena tak berijin.

Namun diduga penyegelan tersebut masuk angin. Terbukti berselang hanya tiga hari setelah di segel, sumur-sumur bor yang dibangun tambak tersebut kembali beroperasi dan dampak lingkungannya semakin meluas.(dar)

 

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta