Kota Solok — Di hari kedua kunjungan kerja ke Sumatera Barat, Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, melakukan kunjungan mendadak ke Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kota Solok, Kamis (23/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan mengecek langsung pemanfaatan card reader untuk verifikasi dan validasi KTP elektronik (KTP-el), sehingga nasabah tidak perlu lagi menyerahkan fotokopi KTP-el dalam layanan perbankan atau layanan publik lainnya.
Langkah ini disebut sebagai terobosan penting menuju layanan perbankan yang lebih cerdas, cepat, dan ramah lingkungan. Dengan card reader yang sudah tersedia di BNI Kota Solok maupun jaringan BNI di seluruh Indonesia, proses layanan menjadi lebih praktis tanpa ribet fotokopi.
“KTP elektronik (KTP-el) kita itu sudah dibekali teknologi canggih berupa chip yang menyimpan data kependudukan lengkap—mulai dari biodata, pas foto, hingga sidik jari. Jadi lembaga pelayanan publik seharusnya tidak perlu lagi minta fotokopi KTP-el dari masyarakat. Cukup bawa aslinya, tap di perangkat card reader, dan sistem akan otomatis membaca data nasabah dengan akurat dan aman. Bisa juga pakai IKD biar makin sat-set,” ujar Teguh.
Menurut Teguh, IKD mempercepat proses onboarding nasabah baru dan verifikasi data (e-KYC) karena data sudah terintegrasi secara digital dengan Dukcapil, sehingga memangkas waktu proses pembukaan rekening secara drastis.
Verifikasi menggunakan IKD, jelas Teguh, memastikan data nasabah akurat dan valid karena langsung terhubung dengan basis data kependudukan pusat, mengurangi risiko kesalahan input data manual. “Nasabah bahkan tidak perlu membawa KTP-el fisik atau membuat fotokopi KTP/KK. Cukup menggunakan aplikasi IKD di smartphone, proses verifikasi selesai, menjadikan layanan lebih praktis dan modern,” tandas Teguh.
Kepala Cabang BNI Kota Solok, Fatmawati menyatakan, BNI sangat mendukung langkah digitalisasi layanan publik ini. Dengan adanya card reader, proses verifikasi nasabah menjadi lebih cepat, akurat, dan aman. “Nasabah tidak perlu lagi kami buat repot dengan memfotokopi KTP-el. Inovasi ini sejalan dengan komitmen BNI untuk menghadirkan layanan perbankan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan,” kata Fatmawati.
Di salah satu sudut ruangan, Zul Fahmi (32), salah seorang nasabah BNI, ikut merasakan kemudahan pelayanan. “Sekarang bukan zamannya lagi ribet harus fotokopi KTP-el. Dengan KTP elektronik yang sudah dilengkapi chip, data kependudukan bisa langsung dibaca secara digital—cepat, akurat, dan aman. Tinggal bawa KTP-el asli atau gunakan IKD, semua jadi lebih praktis!” katanya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Ditjen Dukcapil dalam mendorong transformasi layanan publik menuju era digital. Dengan pemanfaatan card reader dan IKD, layanan perbankan diharapkan semakin modern, efisien, dan ramah lingkungan.













