JEMBRANA, wberita.com ! Di penghujung bulan Agustus tahun ini, terjadi dua kasus gigitan anjing di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali. Satu anjing penggigit diantaranya positif rabies.
Kasus gigitan anjing positif rabies di Desa Penyaringan tersebut terjadi sekitar satu Minggu lalu. Anjing peliharaan milik Ni Ketut Murni, yang tinggal di Banjar Penyaringan, Desa Penyaringan, menggigit tuannya dan tetangganya.
Ketiga orang yang tergigit anjing tersebut masing-masing, Ni Ketut Murni (57) yang merupakan pemilik anjing, I Ketut Adiastha (10) dan I Nengah Arsana asal Banjar Pangkung Kuwe, Desa Penyaringan yang kebetulan berkunjung ke rumah pemilik anjing.
“Maksudnya, satu ekor anjing tersebut menggigit tiga orang di hari yang sama. Kita langsung laporkan kasus gigitan anjing tersebut kepada pihak terkait,” terang Perbekel Penyaringan Made Dresta, Jumat 28 Agustus 2026.
Setelah diambil sampel otak anjing penggigit dan diperiksa di laboratorium, menurut Made Dresta, hasinya dinyatakan positif rabies. Tiga korban juga telah ditangani/divaksin untuk mencegah penularan rabies.
Sementara itu lanjut Made Dresta, satu korban gigitan anjing lainnya terjadi di Banjar Yehbuah, Desa Penyaringan. Made Amo (46), digigit anjing peliharaannya pada bagian kaki kanan. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026 sore.
“Korban gigitan langsung diantar Kelian Banjar ke Puskesmas Mendoyo untuk mendapatkan penanganan medis/divaksin,” imbuh Made Dresta.
Terkait anjing yang menggigit korban menurut Made Dresta, belum ada penjelasan lebih lanjut dari dinas terkait terkait apakah anjing tersebut positif rabies ataupun tidak. Namun yang jelas telah diambil tindakan sesuai prosedur terhadap kejadian tersebut.(dar)













