Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita

Diduga Diborongkan, Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan TK AL-AKMAL Medewi Terancam Molor

Ket Foto: Ket foto : Proyek revitalisasi satuan pendidikan TK AL-AKMAL Desa Medewi yang belum rampung hingga H-1 batas waktu pengerjaan,(dok wb).
Ads Wberita

JEMBRANA, wberita.com ! Pengerjaan proyek revitalisasi satuan pendidikan TK AL-AKMAL Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali dipastikan tidak kelar pada waktu yang telah ditentukan.

Pasalnya pantauan redaksi pada hingga H-1 batas waktu pengerjaan (26 Oktober 2026), masih banyak item pekerjaan yang belum rampung. Diantaranya, pemasangan lantai keramik, pengecetan hingga pembersihan di area proyek.

Ads Wberita

Proyek revitalisasi TK AL-AKMAL ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat dengan nilai Rp. 447.893.000 (APBN TH anggaran 2026). Proyek ini sejatinya merupakan proyek swakelola yang wajib dikerjakan oleh P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan).

P2SP merupakan panitia atau tim yang dibentuk secara swakelola oleh pihak sekolah melalui musyawarah yang melibatkan kepala sekolah, guru, komite serta unsur masyarakat untuk mengelola pelaksanaan bantuan pembangunan atau fisik.

Namun dalam pelaksanaannya diduga pekerjaan proyek ini diborongkan dan diambil pemborong asal luar desa setempat atau diluar lingkungan sekolah.

Dugaan ini dikuatkan dengan pengakuan Pak NNG, yang mengaku mengambil pekerjaan proyek revitalisasi TK AL-AKMAL Medewi tersebut, mengaku berasal dari Desa Cupel, Kecamatan Negara Jembrana.

“Tapi orang tua saya dari Desa Medewi dan yayasan yang menaungi TK itu adalah milik keluarga saya,” terangnya saat dikonfirmasi Minggu, 25 Oktober 2026 melalui pesan WatsApp.

Menurutnya, pekerjaan tersebut bukan borongan melainkan swakelola yang dikerjakan oleh panitia pembangunan yang dibentuk sekolah. Dirinya sendiri merupakan bagian dari P2SP yang memiliki jabatan kepala pelaksana.

Namun saat redaksi meminta dokumen SK P2SP yang dibentuk dan dikeluarkan pihak sekolah, yang bersangkutan tidak bisa menunjukan dengan dalih sedang dijalan berbelanja dan sekolah dalam keadaan libur.

“Aduh, maaf pak saya sedang di jalan berbelanja dan sekolah juga libur jadi tidak bisa tunjukan SK P2SP,” kilahnya.(dar)

 

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta