Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita

Perumda Tribhuwana Amor, Rp 2,8 Milyar Uang Daerah Lenyap, Ternyata Ini Penyebabnya

Ket Foto: Perumda Tribhuwana Amor, Rp 2,8 Milyar Uang Daerah Lenyap, Ternyata Ini Penyebabnya
Ads Wberita

JEMBRANA, wberita.com ! Sejak didirikan hingga menjelang dibubarkan, Perumda Tribhuwana Jembrana ternyata membukukan kerugian senilai Rp 2,8 Milyar. Hal ini juga telah menjadi temuan BPK.

Kerugian ini ternyata dialami oleh Perumda Tribhuwana sejak masih berbentuk Perusda. Dana Rp 2,8 Milyar tersebut merupakan penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Ads Wberita

Dana milyaran rupiah tersebut tetap tercatat sebagai penyertaan modal hingga berubah menjadi Perumda saat ini. Dipastikan dana Rp 2,8 Milyar tersebut tidak bakalan bisa kembali ke kas daerah dan dianggap sebagai kerugian perusahan.

Saat Perusda Tribhuwana berubah menjadi Perumda, Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menyuntikan dana sebesar Rp 2,2 milyar. Sehingga total jumlah penyertaan modal mencapai Rp 5 milyar.

Sekian tahun bekerja, Perumda Tribhuwana tetap tercatat merugi karena harus menanggung kerugian pada masa masih berbentuk Perusda, sebesar Rp 2.8 Milyar.

Karena terus menjadi beban daerah, diputuskanlah untuk mengeliminasi Perumda Tribhuwana tersebut. Keputusan ini juga telah melalui tahapan beberapa kajian yang cukup matang.

Sayangnya sebelum dikubur, Pemerintah Kabupaten Jembrana hanya mampu menyelamatkan uang daerah sebesar Rp 2,2 Milyar. Sedangkan Rp 2,8 Milyar zong dan dianggap sebagai kerugian perusahan.

Sumber menyebutkan, ada kesalahan administrasi pada masa peralihan dari Perusda menjadi Perumda. Mestinya sebelum berubah menjadi Perumda, Perusda di hapus atau dibubarkan terlebih dahulu. Sehingga hutang atau kerugian Perusda tidak tercatat lagi di Perumda Tribhuwana.

Sekda Kabupaten Jembrana I Made Budiasa dikonfirmasi melalui telpon, Rabu Nopember 2026 terkait masalah ini menyarankan untuk meminta penjelasan kepada Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembagunan Gede Sujana.

“Silahkan konfirmasi ke Asisten II ngih karena beliau yang paham benar materi dan datanya,” ujar Made Budiasa singkat.

Sementara itu Asisten II Gede Sujana saat dihubungi melalui WhatsApp enggan untuk memberikan keterangan, malah menyarankan untuk konfirmasi kepada Sekda Kabupaten Jembrana.

“Silahkan konfirmasi ke Bapak Sekda terkait masalah tersebut karena beliau adalah atasan saya,” kilahnya.(dar)

 

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta