JEMBRANA, wberita.com ! Proyek penataan Pendestrian Jalan Ngurah Rai, Kota Negara, Kabupaten Jembrana, kembali mendapat sorotan dari warga.
Pemicunya, taman/pohon perindang di kanan kiri jalan raya ditebang dan hanya dibuatkan taman di tengah jalan raya dengan tanaman bunga.
Kondisi tersebut dipertanyakan karena dianggap membuat kawasan tersebut menjadi panas/gersang dan menghilangkan kesan kota hijau serta menghilangkan keindahan kota.
“Mestinya kota-kota di wilayah lain dijadikan contoh, hampir semua kawasan kota hijau dengan tanaman tinggi dan rindang. Ini malah dibuat gersang hanya ditanami tanaman bunga kecil yang umurnya pendek,” ujar salah seorang tokoh di Jembrana beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut Kabid Cipta Karya Dinas PUPRHUB Jembrana Nyoman Wiarta dikonfirmasi Senin, 2 Nopember 2026 melalui telpon mengatakan, Jalan Ngurah Rai dipastikan akan menjadi kawasan hijau.
Menurutnya, sejak awal konsep penataan jalan di kota Negara tersebut dipastikan akan menjadi kawasan hijau. Disamping membuat taman bunga warna-warni di tengah jalan raya, di sepanjang jalan raya kiri dan kanan akan ditanami pohon asem.
“Nantinya di kanan kiri jalan raya akan ditanami pohon asem berjejer di depan toko-toko di sepanjang Jalan Ngurah Rai. Sehingga nantinya kawasan ini menjadi hijau,” terang Nyoman Wiarta.
Namun karena keterbatasan anggaran, untuk tahun ini menurutnya belum bisa dilakukan penanaman pohon asem. Dipastikan penanaman pohon asem di sepanjang jalan Ngurah Rai akan dilakukan tahun depan.
“Tahun depan kita akan anggarkan untuk penanaman pohon asem ini. Hal ini tentunya butuh waktu membuat kawasan ini menjadi hijau dan rindang,” imbuhnya.
Lanjut Nyoman Wiarta, untuk saat ini pihaknya masih fokus menyelesaikan pekerjaan penataan yang sudah dianggarkan sebelumnya dengan penambahan waktu 21 hari yang sudah diberikan kepada pihak pelaksana proyek.
Penambahan waktu tersebut diberikan kepada rekanan karena adanya perubahan-perubahan gambar, terutama pada lampu-lampunya taman yang harus menunggu proses percetakan karena sesuai disain yang dibutuhkan harus melalui proses percetakan, disamping ada kendala dari pihak lain, diantaranya PLN dan Provider.
“Tapi kami pastikan, pekerjaan proyek ini akan rampung tepat pada batas penambahan waktu yang telah diberikan,” tutupnya.(dar)













