Ads Wberita
Ads Wberita
Ads Wberita

Asap Mengepul, Mesin Menderu, Aktivitas Perusahaan Terus Jaya Resahkan Warga Sekitar

Fhoto: aktifitas perusahaan terus Jaya dikeluhkan warga
Ads Wberita

LOTIM — Sebuah usaha boleh tumbuh setinggi mungkin, tetapi jangan sampai kenyamanan tetangga justru ikut tumbang. Barangkali kalimat sederhana itu cukup menggambarkan keresahan sejumlah warga yang tinggal berdampingan dengan PT Terus Jaya Abadi di Jalan TGH. M. Zainuddin Abdul Majid Nomor, Jalan Raya Gelang, Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur.

Di tengah geliat aktivitas perusahaan, warga rupanya memiliki “paket pengalaman” tersendiri. Bukan paket barang dari kendaraan pengangkut, melainkan asap emisi, suara kendaraan, hingga kebisingan aktivitas bongkar muat yang mereka klaim ikut mampir ke lingkungan tempat tinggal.

Ads Wberita

Keluhan tersebut disampaikan H. Lalu Makbul Maya, warga yang rumah sekaligus tempat usahanya berbatasan langsung dengan perusahaan, kepada wartawan pada Kamis (20/8).

Menurut Makbul Maya, kendaraan pengangkut barang yang keluar masuk perusahaan menghasilkan asap emisi yang dinilai mengganggu kenyamanan warga. Ketika bongkar muat berlangsung, suara kendaraan dan aktivitas lainnya juga disebut membuat suasana lingkungan menjadi kurang nyaman.

“Bongkar muat sangat meresahkan, terutama kami yang berbatasan langsung karena terdampak asap dan kebisingan,” kata mantan pejabat Disnakertrans tersebut.

Jika biasanya tetangga saling berbagi senyum, warga yang bersebelahan dengan perusahaan ini mengaku harus berbagi pula dengan suara mesin dan asap kendaraan.

Persoalan tidak berhenti pada bongkar muat. Pembangunan perluasan gudang yang melibatkan kendaraan dan alat berat juga ikut menjadi sorotan.

Makbul Maya menyebut, warga sekitar belum mendapatkan permohonan, pemberitahuan, maupun persetujuan dari perusahaan terkait aktivitas pembangunan tersebut.

“Kami berharap aktivitas yang menimbulkan kebisingan dan asap dapat ditata di lokasi yang lebih aman, terutama bagi warga yang berbatasan langsung,” ujarnya.

Harapan warga sebenarnya sederhana: perusahaan tetap dapat menjalankan kegiatan usaha, sementara masyarakat tetap bisa menikmati lingkungan yang nyaman. Tidak perlu memilih antara ekonomi bergerak atau warga bisa bernapas tenang karena keduanya semestinya dapat berjalan beriringan.

SMS: Jangan Sampai Izin Menjadi Tameng

Keluhan warga kemudian mendapat perhatian Ketua Serikat Masyarakat Selatan (SMS) Lombok Timur, Sayadi, SH, setelah berkunjung ke PT Terus Jaya Abadi.

Sayadi meminta perusahaan tidak menganggap persoalan lingkungan sekitar sebagai perkara kecil. Menurutnya, keberadaan perusahaan yang berdampingan dengan permukiman menuntut perhatian terhadap ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Jangan mentang mentang perusahaan besar dan memiliki izin kemudian berbuat semaunya. Ada tanggung jawab moral untuk menjaga kondusivitas dan kenyamanan warga sekitar,” tegas Sayadi.

Pernyataan itu terdengar seperti pengingat bahwa izin usaha bukanlah “surat sakti” untuk membuat keluhan tetangga otomatis menguap bersama asap knalpot, suara bising dan emisi.

Ia mendorong perusahaan membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk mencari solusi terhadap persoalan yang berkembang.

Jika keluhan tidak memperoleh respons, Sayadi menyatakan pihaknya akan mendorong masyarakat menyampaikan persoalan tersebut kepada instansi terkait.

“Jika tidak diindahkan, kami akan bersurat kepada instansi terkait untuk memeriksa seluruh perizinan perusahaan. Jika diperlukan, kami juga akan menempuh jalur hukum,” ujarnya.

Perusahaan Pilih Jalur Mediasi bersama Warga
Di sisi lain, PT Terus Jaya Abadi melalui Kepala Cabang Lombok Timur, Anwar, menyambut kedatangan pihak keluarga H. Lalu Makbul Maya.

Alih-alih membiarkan persoalan terus bergulir dari mulut ke mulut, pihak perusahaan mengagendakan pertemuan bersama pimpinan dan keluarga Makbul Maya pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Anwar juga tidak menafikan adanya keluhan warga. Ia menyebut salah satu faktor yang sempat memicu persoalan berkaitan dengan muatan kendaraan yang berlebih atau overload beberapa waktu sebelumnya.

“Saya selaku Kacab Lotim telah mengagendakan pertemuan dengan pihak keluarga besok pagi. Segala masukan akan dibicarakan bersama pimpinan,” ucapnya singkat.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk penyelesaian persoalan, sebelum asap, suara mesin, dan keluhan warga yang terus menghiasi keseharian lingkungan sekitar perusahaan.

Sejatinya, perusahaan dan masyarakat bukan dua pihak yang harus saling berhadapan. Keduanya adalah tetangga yang mestinya bisa duduk satu meja, berbicara dengan kepala dingin, lalu mencari jalan keluar tanpa harus menunggu suara mesin lebih dulu daripada suara protes warga.

Ads Wberita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Koenten ini Dilindungi Hak Cipta