DENPASAR, wberita.com ! GKA (36) dibekuk Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bali. Dia ditangkap di kosnya yang beralamat di Denpasar Utara.
Dari penangkapan GKA, Polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 2,2 kg. GKA mengaku mendapat pasokan sabu dari seseorang yang nomor kontak di handphonenya (HP) ditulis ‘AKBP’
“Kasus ini terungkap berkat adanya informasi dari warga yang melaporkan perihal dugaan peredaran narkoba di Jalan Cokroaminoto, Denpasar,” terang Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Bali Kombes Radiant, Rabu (20/5/2026).
Dari informasi tersebut lanjutnya, tim Opsnal Unit 3 Subdit 3 kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang pria berinisial GKA di sebuah kamar kos di kawasan Jalan Cokroaminoto.
Penangkapan dilakukan pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 13.30 Wita di kamar nomor 104 Kos Corner Living, Gang Jatayu, Jalan Cokroaminoto, Banjar Marga Jati, Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar.
Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan dua saksi umum, polisi menemukan satu tas belanja warna hitam berisi enam paket sabu. Paket tersebut dikemas dalam plastik bening dan plastik abu-abu dengan total berat sabu mencapai 2,25 kg.
Selain sabu, polisi turut mengamankan satu telepon genggam yang diduga digunakan pelaku untuk berkomunikasi dalam aktivitas peredaran narkotika.
Tak berhenti di lokasi pertama, polisi kemudian melakukan pengembangan ke tempat tinggal pelaku di kamar kos nomor 1, Gang Bluncat Nomor 6, Jalan Batubulan, Desa Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, sekitar pukul 16.00 Wita di hari yang sama.
Di lokasi kedua tersebut, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika. Barang bukti itu di antaranya tas kain hitam, bendel plastik klip bening, timbangan digital merek Idealife, dan sendok plastik putih.
Radiant mengungkapkan berdasarkan hasil interogasi awal, GKA mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang yang kontaknya disimpan dengan nama “AKBP” di aplikasi WhatsApp.
“Saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk menelusuri identitas pemasok dan jaringan di atasnya,” ujar Radiant.(dar)













